Kosmetik Halal : Ketika Cantik Tidak Hanya Menarik

Semua wanita didunia ini terlahir cantik. Terlahir dengan kulit sawo matang, kulit putih dan kulit hitam. Dengan mata, hidung, alis dan rambut yang indah, dipadukan balutan busana dan jilbab yang menambah wanita terlihat anggun. Dan, tak lupa tambahan polesan kosmetik di wajah.  

Ketika saya menginjak remaja, saya telah mengenal produk-produk kecantikan yang saling menawarkan keunggulan, misalnya dapat memutihkan, menghilangkan noda hitam dan lain sebagainya hanya dengan waktu yang singkat. 

Mengetahui adanya produk tersebut, orangtua saya selalu mengawasi semua produk yang saya pakai. Dari handbody, pelembab, lulur, lipstik dan bedak. Ibu tidak mengijinkan saya memakai produk kecantikan yang bukan kategori kulit wajah saya. Kosmetik halal merupakan inovasi perawatan diri yang dimulai dari dalam hati 

Ibu mulai mengawasi pemakaian produk yang saya pakai semenjak masuk SMP. Mulai dari belanja bareng, ibu mengenalkan saya pelembab, lulur, lipstik dan bedak yang boleh saya pakai. Karena kebutuhan nutrisi kulit wajah saya dan ibu beda, jadi produk yang dibelipun juga beda. Disamping pengawasan kosmetik yang saya pakai, ibu juga mengingatkan saya untuk jeli melihat kemasan produk dengan label Halal. Karena selain kulit sehat dan terawat, akan aman dan tenang jika kosmetik yang dipakai sudah berlabel halal. Sampai sekarangpun, saya selalu teliti melihat kemasan baik makanan atau produk kosmetik. 

Beda Sudut Pandang Definisi Halal, Beda Penampilan 
Ketika saya coba bertanya kepada beberapa orang tentang definisi komestik halal untuk memperkaya konten postingan blog ini, pendapat yang berbedapun bermunculan . 

Beberapa orang mendefinisikan sebagai sesuatu yang “bebas dari kandungan zat / produk haram,” seperti babi dan biokimia tertentu. Pendapat lain mendefinisikannya sebagai “eyeliners dan maskara”. Sementara kelompok ketiga mendefinisikan sebagai “kosmetik yang meningkatkan kecantikan alami wanita, tapi tidak dengan cara yang dilarang.” 

“Sebelumnya saya tidak berpikir tentang halal atau tidaknya saat menggunakan kosmetik. Halal hanya saya anggap penting untuk makanan dan minuman. Tetapi pemahaman saya berubah semenjak hadirnya produk-produk kosmetik yang berkategori dan bersertifikasi halal. Kini saya merasa lebih nyaman dan percaya diri, karena tidak hanya sekedar berusaha menjaga titipan Allah pada fisik saya, tapi berusaha menjaga dengan syariat-Nya.” kata Aisha, 23 tahun. 

Dari contoh kecil wawancara diatas saja sudah jelas tergambar bahwa masalah kosmetik halal bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng dan tidak boleh dianggap sepele. Beragamnya sudut pandang adalah PR tersendiri bagi pihak tertentu yang kompeten untuk memberikan definisi konkret tentang kosmetik halal, sehingga para wanita (muslimah khususnya) bisa tampil cantik dan anggun seirama. 

Standar Kosmetik Halal 
Dikutip dari OnIslam.net, Standar halal diusulkan akan mengharuskan produksi kosmetik sesuai dengan bagian-bagian yang relevan dari standar makanan MS 1500 - semua bahan harus sesuai dengan ketentuan halal dan persyaratan syariah, dan tidak ada bahan non-halal seperti alkohol atau bahan yang berasal dari babi. Selain itu, semua bahan harus disimpan, diproduksi, dikemas, dan dikirim (dipasarakan) sesuai dengan standar halal yang ketat. Cantik itu mungkin relatif, tapi menggunakan kosmetik halal adalah mutlak. 

Itu saja ada kemungkinan tidak cukup, bisa jadi semua hal yang mencakup sistem manajemen pada perusahaan produsennya juga mempengaruhi nilai halal atau tidaknya sebuah produk kosmetik untuk kita beli. 

Selain produk yang harus disertifikasi, konsumen juga tampaknya harus mempertimbangkan seberapa mudah kosmetik dapat dihapus saat akan berwudhu. Cat kuku, pewarna rambut permanen, dan pewarna bibir tahan lama pastinya beberapa jenis kosmetik yang patut dipertimbangkan itu. 

Ketika Halal Bersanding Dengan Kesadaran Eco-etiquet 
Munculnya kosmetik halal di pasar kecantikan global dengan proposisi nilai yang menekankan nilai-nilai universal tidak hanya memberikan daya tarik bagi konsumen muslim. Tetapi juga telah menarik perhatian dari non-Muslim , paling tidak yang ada disekitar mereka. 

“Halal” biasanya merujuk kepada hal-hal atau tindakan yang diperbolehkan berdasarkan Syariah (hukum Islam), sebuah parameter yang dirancang untuk kesehatan, keselamatan dan manfaat dari seluruh umat manusia tanpa memandang usia, bahkan agama atau budaya. 

Dalam lingkup kosmetik halal, konsep mencakup aspek penting dari proses produksi seperti sumber bahan halal dan penggunaan zat yang diperbolehkan, kemudian berlanjut ke cara penyimpanan, pengemasan, dan juga pendistribusian yang sesuai dengan persyaratan Syariah. 

Kosmetik halal akan menjadi hal berikutnya dalam perekonomian Islam setelah makanan halal dan keuangan. Menariknya, kosmetik halal juga mendapatkan momentum di kalangan konsumen modern yang sadar eco-etiquet, yaitu mereka yang bersedia membayar premi untuk produk kosmetik organik, alami dan bersahaja sesuai dengan gaya hidup modern mereka yang peduli akan lingkungan. 

Dengan Halal dan Berkualitas, Wardah Menjawabnya ! 
Wardah memang sudah saya kenal sejak remaja, melihat keluarga saya memakai produk tersebut saya ingin mencobanya. Namun, saya masih ada keraguan apakah cocok buat kulit saya atau tidak. Pertama-tama, saya mencoba memakai bedak terlebih dahulu. Dan baru berani memakai krim yang awalnya minta sedikit krim malam dari teman. 

Wardah diformulasikan halal dan berkualitas, label Halal-pun sudah melekat pada semua produk Wardah. Sudah terbukti kualitasnya, terbukti dengan semakin banyak wanita yang beralih ke Wardah. 

Dengan 3 “Wardah Beauty Concept” nya, Wardah selalu mengedepankan kualitas dalam mendukung wanita tampil cantik sesuai karakternya masing-masing. Setiap penciptaan kosmetik dan perawatan kulit Wardah adalah hasil dari proses berteknologi modern di bawah pengawasan ahli serta dokter kulit. 

3 konsep tersebut ialah : 
Pure and Safe. Produk Wardah mengandung bahan baku yang aman dan halal, diciptakan untuk kenyamanan dan ketenangan wanita yang meggunakannya. 

Beauty Expert. Citra awal Wardah sebagai kosmetik ditujukan untuk wanita muslim telah berkembang menjadi produk yang dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas. 

Inspiring Beauty. Dari tahun 1995 hingga saat ini, Wardah selalu meyakini kecantikan yang menginspirasi. Wanita Indonesia bisa jadi telah mengadopsi dinamika kemajuan dunia, namun ia tak pernah meninggalkan nilai budaya Timur yang santun. Bagi wanita Wardah, kosmetika tidak hanya untuk tubuh akan tetapi juga untuk jiwa. 

Wardah, menginspirasi wanita Indonesia 
Berpenampilan cantik adalah hal yang diinginkan seorang wanita. Cantik bukan hanya menarik dengan cara berpakaian, namun juga dengan make up yang sederhana, praktis dan halal. Dengan Wardah, temukan rahasia kulit cerah yang sesungguhnya. 

inimariana.blogdetik.com


Pembaca Juga Membaca Ini



No comments:

Post a Comment

Web Admin