Kosmetika Halal Makin Dicari

Salah satu produk halal yang dicari konsumen muslim ialah kosmetik. Sayangnya, jumlah produk kosmetik halal yang beredar di Indonesia masih kurang dari 1% dari total produk yang dijual. 

Padahal, permintaan konsumen terhadap produk kosmetik halal cukup tinggi. Peluang ini yang kemudian digarap beberapa produsen lokal dengan mencantumkan label halal pada kemasan produknya.
Salah satu pionir adalah PT Paragon Technology and Innovation yang memproduksi merek Wardah. 

Menurut Brand Development Wardah Andini Aska, permintaan konsumen terhadap produk kosmetik halal meningkat signifikan sejak 2011. 
Sebelumnya, konsumen belum terlalu peduli dengan kehalalan produk kosmetik yang digunakannya karena dianggap untuk pemakaian luar tubuh.
“Seiring dengan banyaknya edukasi tentang kosmetik halal, masyarakat kini sudah mulai peduli dengan itu. Mereka mulai mencari produk yang labelnya halal. Padahal, dulu saat pertama kali menjual ke pasar, kami sempat disindir,” ujar Andini kepada Media Indonesia, akhir pekan lalu.
Target pasar akhirnya merespon dengan peningkatan penjualan yang signifikan. Meski menolak menyebut angka, ia mengaku jika produk kosmetiknya menempati posisi tiga besar dalam tingkat penjualan produk kosmetik lokal. 

Selain itu, konsumen yang membeli produknya ternyata tak hanya berasal dari kalangan muslim, tetapi juga mulai merambah ke kalangan nonmuslim.
“Setelah kami cek melalui FGD (focus group discussion), konsumen tersebut memilih memang bukan karena label halalnya tetapi lebih karena kualitas. Untuk itu, kami terus berinovasi dalam hal kualitas dengan tetap mencoba memenuhi keinginan pasar mayoritas,” tutur Andini.

Langkah yang sama dilakukan oleh brand Caring Colours dari Martha Tilaar Group. 
Marketing Manager Caring Colours Deby Trisjani Wibisana mengatakan bahwa urgensi sertifikasi label halal pada produknya mulai terasa setelah menjamurnya pengguna hijab di Indonesia. 
Para konsumen mulai rutin menanyakan kehalalan produk yang dijualnya saat mereka akan berbelanja. Untuk itu, pihaknya berinisiatif mengajukan permintaan sertifikasi halal pada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), dan mendapatkannya pada pertengahan 2012.

“Penjualan memang disebabkan banyak faktor. Tapi, bisa dibayangkan jika tidak ada sertifikat halal, kemungkinan penjualan bisa mengalami penurunan. Pengaruhnya besar sekali, karena setiap beli produk, konsumen selalu menanyakan halal atau tidaknya produk kami,” cetus Deby. (Dinny Mutiah)
Sumber : Metrotvnews.com


Pembaca Juga Membaca Ini



No comments:

Post a Comment

Web Admin